Analisis Instrument Penilaian Kognitif untuk Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti SD (aspek substansi, konstruksi, dan bahasa serta kesesuaiannya dengan kriteria instrument tes berbasis HOTS)

Oleh: Dr. Udin Supriadi, M.Pd., Dr. Wawan Hermawan, M.Ag., Saepul Anwar, S.Pd.I., M.Ag. dan Risris Hari Nugraha, M.Hum.

Abstak

Kurikulum sekolah tahun 2013 yang saat ini diberlakukan di Indonesia, menuntut guru untuk mampu mengembangkan instrumen evaluasi kognitif yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Sekaitan dengan hal tersebut, penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru, salah satunya guru Pendidikan Agama Islam, untuk mengembangkan instrument evaluasi kognitif untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Kebanyakan soal, khusunya berbentuk multiple choice, yang sudah dibuat guru baru sebatas mengukur kemampuan berpikir rendah dan sedang (C1-C3). Sementara itu item soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat sulit untuk ditemukan dilapangan. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan instrument penilaian kognitif berbasis HOTS untuk mata kuliah Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian multi tahun, dimana fokus pada tahun ini adalah pemetaan kemampuan guru PAI SD dalam menyusun instrumen penilaian kognitif yang meliputi aspek keterampilan dalam mengkonstruksi item soal dan sebaran tingkat berpikir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R & D). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi berupa instrumen soal yang disusun guru PAI. Sementara analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa prosentase. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sebagian besar paket soal objektif berbentuk Multiple Choice Item (MCI) mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SD terbilang sudah baik dalam sebagian besar indikator pada setiap aspeknya. Hanya saja, kelemahan yang paling menonjol ada pada penyusunan opsi jawaban, baik pada aspek substansi (kriteria homogenitas opsi) yang hanya mencapai 72% dan aspek konstruksi (kriteria panjang pendeknya kalimat option) yang hanya mencapai 73%. Disamping itu kemunculan soal-soal yang mengukur proses kognitif level penalaran (C4, C5, dan C6) yang hanya muncul di 2 paket soal (D11 dan E10) dari 29 paket soal yang dianalisis. Itupun proporsinya hanya 1% dari jumlah item soal pada setiap paketnya.

Kata kunci : Multiple Choice Item, Instrumen Penilaian Kognitif, Higher Order Thinking Skills, Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar

[doc id=6991]