Tebar Syiar di Bulan Suci: Mahasiswa IPAI UPI Sukses Gelar Sanlat Ramadhan Booster 2026 Lintas Sekolah Bandung-Cimahi

BANDUNG — Dalam rangka mengoptimalkan momentum bulan suci dan mengabdi langsung di tengah masyarakat, Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan rangkaian program Pesantren Kilat (Sanlat) bertajuk “Ramadhan Booster with IPAI” (Sanlat Edition 2026). Kegiatan edukasi spiritual keagamaan ini dilaksanakan secara masif dengan menyasar delapan satuan pendidikan dasar dan menengah yang tersebar di wilayah Kota Bandung dan Kota Cimahi. Rangkaian sekolah yang menjadi mitra strategis dalam pelaksanaannya meliputi SDN 007 Sejahtera, SDN 134 Panorama, SMPN 16 Bandung, SMPN 10 Cimahi, SMP 35, SMPN 39 Bandung, SMPN 26 Bandung, dan SMPN 70 Bandung.

Pelaksanaan program pengabdian keagamaan ini merefleksikan nilai-nilai esensial kependidikan Islam kontemporer, di mana mahasiswa tidak hanya ditempa secara teoretis di ruang kelas perkuliahan melainkan diterjunkan langsung sebagai pemateri dan penggerak moral di masyarakat. Di dalam nilai Islam, mengajar dan membimbing generasi muda merupakan bentuk investasi peradaban yang bernilai pahala jariah. Selama kegiatan Sanlat berlangsung, atmosfer pengajaran dipenuhi dengan antusiasme yang tinggi, kebersamaan, dan penguatan nilai iman. Ragam materi instruksional dikemas secara interaktif, objektif, dan inklusif, mulai dari pembiasaan tilawah Al-Qur’an, penyampaian kajian islami mendalam, hingga ruang diskusi seru sosiologis yang membedah seputar penyempurnaan akhlak dan tata cara ibadah harian di bulan Ramadan.

Jika ditinjau dari dimensi akademis dan teori psikologi perkembangan anak, program intervensi keagamaan model karantina singkat seperti Sanlat ini memiliki pengaruh linear terhadap pembentukan karakter regulasi diri (self-regulation) serta peningkatan kecerdasan spiritual siswa. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah teoretis yang dirilis oleh jurnal nasional bereputasi Sinta 2, internalisasi nilai-nilai moralitas agama melalui metode dialogis-naratif terbukti efektif memperkuat ketahanan mental (psychological resilience) remaja serta memitigasi potensi degradasi moral di era disrupsi digital. Bagi mahasiswa prodi IPAI UPI sendiri, keterlibatan aktif ini menjadi laboratorium hidup untuk melatih kompetensi pedagogik serta efikasi mengajar nyata sebelum mereka menyandang gelar sarjana pendidikan.

Aksi pengabdian “Ramadhan Booster” yang digelorakan oleh civitas akademika ini juga menjadi manifestasi nyata dari komitmen Prodi IPAI UPI dalam pemenuhan target global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), agenda ini hadir untuk memperluas akses penguatan karakter non-formal yang bermutu tinggi dan inklusif bagi siswa sekolah dasar dan menengah. Selain itu, penanaman nilai etika, toleransi, dan keharmonisan sosial yang disisipkan dalam diskusi akhlak secara substantif berkelindan erat dengan SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions).

Pihak manajemen Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Terintegrasi UPI bersama Kabinet Baituna BEM Hima IPAI menyampaikan ungkapan apresiasi tertinggi dan Jazakumullah khairan katsiran kepada seluruh siswa, jajaran guru kepala sekolah, serta kepanitiaan mahasiswa yang telah mendedikasikan waktu dan energinya demi kesuksesan program mulia ini pada tahun 2026. Semoga keberkahan ilmu yang telah ditanamkan mampu menjadi bekal rohani yang menguatkan iman dan menginspirasi kebaikan secara berkelanjutan. Pembaruan informasi mengenai agenda akademik dan laporan pengabdian masyarakat lainnya dapat dipantau melalui laman resmi www.ipai.upi.edu atau via akun Instagram resmi @ipai_official. Pemuda IPAI adalah pelopor kebaikan dan penggerak kemajuan umat yang membawa rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!