Menyambut Cahaya Ramadan: Kajian Tafsir Tarbawi Hima IPAI UPI Bedah Makna Cinta Spiritual

BANDUNG — Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses melaksanakan kegiatan kerohanian dan intelektual melalui Kajian Rutin Tafsir Tarbawi. Kegiatan bernuansa akademis-religius yang digawangi oleh Kabinet Baituna ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu, 28 Februari 2026, dimulai pukul 05.00 WIB hingga selesai. Kajian ilmiah kontemporer ini menghadirkan pakar legendaris rumpun pendidikan Islam UPI, Dr. KH. Aam Abdussalam, M.Pd., sebagai narasumber utama untuk membedah tema tematik yang sangat menyentuh qalbu, yaitu “Ramadhan Bulan Penuh Cahaya dalam Buaian Cinta”.

Pelaksanaan kajian rutin yang dikoordinasikan oleh panitia pelaksana, Irsyad dan Alfin, menjadi sarana tarbiyah (pendidikan) spiritual yang sangat dinantikan mahasiswa menjelang datangnya bulan suci. Di dalam epistemologi Islam, tafsir tarbawi menempati posisi strategis karena tidak hanya berfokus pada kandungan tekstual ayat, melainkan berupaya mengeksplorasi nilai-nilai edukatif praktis yang terkandung di dalam al-Qur’an. Melalui pembahasan tema Ramadan sebagai bulan penuh cahaya dan cinta, Dr. KH. Aam Abdussalam memaparkan secara mendalam bagaimana puasa harus ditransformasikan sebagai instrumen pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs) agar mampu memancarkan kasih sayang serta kesalehan sosial yang tulus di tengah kehidupan masyarakat modern.

Secara teoretis, implementasi kajian tafsir tarbawi tematik dalam tradisi kemahasiswaan memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan kecerdasan spiritual (spiritual quotient) dan karakter multikultural mahasiswa. Berdasarkan riset ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi Sinta 2, internalisasi nilai-nilai edukasi qur’ani yang disampaikan melalui pendekatan dialogis interaktif terbukti mampu memperkuat orientasi nilai moral dan menekan potensi degradasi akhlak di kalangan civitas akademika generasi z. Kajian ini memperkaya khazanah teoretis bahwa pemahaman agama yang inklusif-humanis yang bersumber dari pemaknaan ayat suci secara mendalam dapat menjadi benteng psikologis yang kokoh bagi masa depan intelektual muda Muslim.

Agenda kajian rutin yang melibatkan partisipasi aktif dosen serta ratusan mahasiswa IPAI ini juga merefleksikan manifestasi nyata institusi dalam mendukung pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), forum edukasi keagamaan berbasis kajian tafsir terstruktur ini menjadi wadah penyediaan pendidikan karakter non-formal yang komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan. Di samping itu, pesan-pesan perdamaian dan cinta kasih yang dipelajari dalam nilai spiritualitas Ramadan ini berbanding lurus dengan pencapaian SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions).

Suksesnya penyelenggaraan Kajian Rutin Tafsir Tarbawi oleh BEM Hima IPAI UPI ini membuktikan konsistensi prodi dalam menjaga keseimbangan antara tradisi intelektual barat dan keluhuran spiritualitas timur. Momentum kajian subuh ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas akademik belaka, melainkan mampu menjadi pemantik kesadaran batin dan pelecut motivasi bagi seluruh mahasiswa IPAI untuk menyambut bulan suci dengan kesiapan iman yang paripurna. Mari kita jadikan butir-butir mutiara ilmu dari kajian ini sebagai modal utama untuk terus bergerak maju, meningkatkan kualitas literasi qur’ani, serta konsisten menebar kemaslahatan demi kejayaan almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor syiar al-Qur’an yang membawa kedamaian dan rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!