Mengenang Nyala Patriotisme: Refleksi Peristiwa Bandung Lautan Api 2026 dari Civitas Akademika IPAI UPI

BANDUNG — Momentum heroik sejarah lokal yang berdampak nasional kembali diperingati dengan penuh khidmat di Kota Kembang. Keluarga Besar Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) Terintegrasi (S1, S2, S3), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi memperingati peristiwa sejarah Bandung Lautan Api pada Selasa, 24 Maret 2026. Peringatan ini menjadi ruang refleksi yang sangat penting bagi segenap civitas akademika kampus Bumi Siliwangi untuk merawat memori kolektif bangsa serta mengobarkan kembali semangat pengorbanan para pejuang tahun 1946 dalam menghadapi tantangan zaman modern.

Pernyataan resmi dari institusi kependidikan ini menyerukan pentingnya menerjemahkan nilai patriotisme ke dalam tindakan nyata pengabdian masyarakat. Di dalam sudut pandang Islam, mencintai tanah air (hubbul wathan) dan berjuang mempertahankan kedaulatan bangsa dari segala bentuk penjajahan sosiopolitik merupakan bagian integral dari manifestasi keimanan. Sebagai calon tenaga pendidik keagamaan, generasi muda mahasiswa IPAI UPI didorong untuk memaknai peristiwa bumi hangus Bandung bukan sekadar sebagai masa lalu yang kelam, melainkan sebagai simbol keteguhan prinsip. Nilai-nilai pengorbanan tersebut harus diinkubasikan menjadi tekad kuat untuk terus belajar, mengasah kompetensi diri, serta membuktikan bahwa esensi pendidikan adalah membebaskan masyarakat dari belenggu kebodohan dan degradasi moral.

Jika ditinjau dari dimensi akademis dan teori sosiologi sejarah kependidikan, internalisasi nilai kearifan lokal yang diintegrasikan ke dalam lingkungan perguruan tinggi memiliki pengaruh linear terhadap penguatan karakter dan kecerdasan kewarganegaraan (civic intelligence). Berdasarkan hasil riset ilmiah teoretis yang dimuat dalam jurnal nasional bereputasi Sinta 2, metode rekonstruksi nilai sejarah perjuangan yang dikawinkan dengan nilai-nilai etika profetik terbukti efektif meningkatkan ketahanan moral (moral resilience) serta menumbuhkan empati sosial mahasiswa rumpun humaniora. Melalui ekosistem akademik yang inklusif, mahasiswa dilatih untuk menjadi pembawa risalah dan pemateri yang solutif dalam menjaga persatuan serta menangkal narasi radikalisme di ruang publik digital.

Upaya reflektif prodi IPAI UPI dalam memperingati Bandung Lautan Api ini juga menjadi manifestasi nyata dari komitmen berkelanjutan terhadap pemenuhan target global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), peringatan ini menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai patriotisme sejarah untuk mencetak generasi penerus yang berintegritas. Di samping itu, semangat menjaga kedaulatan, keamanan, dan kedamaian wilayah secara substantif berkelindan erat dengan SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions).

Segenap manajemen program studi dan Kabinet Baituna BEM Hima IPAI UPI mengajak seluruh mahasiswa untuk terus melangkah maju, melahirkan karya-karya inovatif, serta konsisten memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia. Pembaruan informasi resmi mengenai agenda akademik serta kegiatan kemahasiswaan prodi dapat dipantau melalui laman website www.ipai.upi.edu atau via akun Instagram resmi @ipai_official. Mari kita jaga agar nyala api perjuangan dan literasi kebaikan ini tidak pernah padam di dalam dada kita. Pemuda IPAI adalah pelopor kemajuan yang membawa rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!