BANDUNG — Mahasiswa Program Studi Ilmu Pengetahuan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan kiprahnya yang luas dalam mengedukasi masyarakat melalui media massa nasional. Faiz Firdaus, mahasiswa aktif prodi IPAI angkatan 2023 yang juga menyandang amanah sebagai Duta Baca Kuningan 2026, hadir sebagai narasumber dalam program siaran interaktif RRI Pro 1 Bandung 97.6 FM. Dalam siaran bertajuk “Bandung Siang Ini: Edisi Literasi Digital” yang mengudara pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 10.05 – 10.35 WIB, Faiz mengupas tuntas urgensi tema “Menangkis Kemiskinan Informasi dengan Literasi Digital” yang dipandu oleh host Alan Albana.
Kehadiran mahasiswa IPAI di ranah penyiaran publik ini menjadi cerminan aktual terhadap aktualisasi dakwah kontemporer yang relevan dengan kebutuhan zaman. Di dalam perspektif Islam, penyebaran kebenaran dan ilmu pengetahuan untuk memerangi kebodohan serta ketertinggalan informasi merupakan sebuah kebajikan komunal (fardhu kifayah) yang sangat ditekankan. Melalui mimbar udara RRI, sinergi antara nalar keagamaan dan kecakapan teknologi ini menjadi sarana strategis untuk membimbing masyarakat agar lebih bijak, tabayun (verifikatif), dan cerdas dalam menyaring serta memanfaatkan arus informasi digital demi kemaslahatan bersama.
Secara teoretis, fenomena kemiskinan informasi (information poverty) di era keterbukaan digital saat ini memicu terjadinya kesenjangan pengetahuan (knowledge gap) yang berdampak pada aspek kesejahteraan sosial. Berdasarkan hasil studi ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi Sinta 2, program edukasi literasi digital yang bersifat inklusif terbukti efektif membangun daya kritis masyarakat dalam memilah informasi yang valid dan mengabaikan hoaks. Diskusi publik di media massa seperti ini memberikan kontribusi teoretis dalam menggeser paradigma literasi digital, dari yang semula hanya berfokus pada kecakapan teknis instrumental (technical skills) menuju penguatan kapasitas kognitif dan etika digital masyarakat.
Edukasi publik yang digelorakan oleh mahasiswa IPAI UPI melalui jaringan radio nasional ini juga selaras dengan komitmen institusi terhadap pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), kampanye literasi digital berskala luas ini mendukung perluasan akses edukasi non-formal yang mencerdaskan kehidupan bangsa sepanjang hayat. Selain itu, kegiatan ini berkelindan erat dengan SDG Poin 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities), di mana pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan informasi yang sehat dan produktif dapat mereduksi jurang pemisah sosio-ekonomi akibat ketertinggalan akses pengetahuan di era modern.
Kiprah Faiz Firdaus dalam siaran RRI Pro 1 Bandung ini menegaskan bahwa mahasiswa prodi IPAI UPI senantiasa dididik untuk menjadi figur pelopor yang responsif terhadap dinamika serta problematika riil di tengah masyarakat. Keberhasilan syiar literasi di kancah media massa ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi serta pemantik motivasi bagi seluruh mahasiswa prodi IPAI lainnya untuk berani tampil, bersuara, dan mengabdikan ilmu pengetahuan di berbagai ruang publik yang lebih luas. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengasah daya kritis, dan konsisten menebar kemaslahatan demi mengharumkan nama almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor literasi dan penggerak peradaban yang membawa rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!