BANDUNG — Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (IPAI) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Saepul Anwar, S.Pd.I., M.Ag., tampil sebagai narasumber utama dalam Webinar Seri #8 yang diselenggarakan oleh Komunitas belajar.id Kabupaten Garut, Rabu (13/8). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini mengangkat tema “Diferensiasi Pembelajaran dan Asesmen Formatif dalam Pembelajaran Mendalam,” dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai akademisi yang memiliki kepakaran dalam bidang asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Dr. Saepul Anwar membawakan materi bertajuk “Diferensiasi Pembelajaran dan Asesmen Pembelajaran: Konteks Pembelajaran Mendalam.” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses membangun pengalaman belajar yang holistik dan memerdekakan.
“Pendidikan bukan sekadar ‘mengajar apa yang ada,’ tapi membangun pembelajaran seperti merancang rumah: dimulai dari visi, dirancang dengan standar, dan dijalankan dengan strategi,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa ekspektasi guru terhadap peserta didik bukanlah sekadar asumsi, melainkan dapat menjadi ramalan yang terpenuhi sendiri (self-fulfilling prophecy) jika dikelola dengan bijak dan berbasis data.
Materi dan Relevansi Keilmuan
Materi yang disampaikan membahas bagaimana pembelajaran mendalam dapat diwujudkan melalui pendekatan diferensiasi dan asesmen yang bermakna. Dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif, guru dituntut untuk merancang pembelajaran yang menyentuh olah pikir, hati, rasa, dan raga. Diferensiasi pembelajaran memberi ruang bagi setiap siswa untuk belajar sesuai gaya, kebutuhan, dan potensinya. Sementara asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif menjadi alat penting untuk memahami, membimbing, dan mengevaluasi proses belajar secara berkelanjutan.
Sebagai pakar asesmen pembelajaran PAI, Dr. Saepul Anwar menekankan bahwa pendekatan ini sangat relevan dengan karakteristik pendidikan Islam yang menekankan keadilan, kesadaran diri, dan pengembangan potensi fitrah manusia. “Pendidikan bukan sekadar menyampaikan materi, tapi merancang perjalanan belajar yang bermakna bagi setiap manusia,” tuturnya.
Penyelenggara dan Skala Kegiatan
Webinar ini diselenggarakan oleh Komunitas belajar.id Kabupaten Garut di bawah koordinasi Ketua Komunitas, Rijki Ramdani, M.Pd. Kegiatan berskala nasional ini menjadi ruang kolaboratif antara akademisi dan praktisi pendidikan, dengan peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemerhati pendidikan dari berbagai wilayah.
Keterkaitan dengan SDGs dan Kebijakan Pendidikan
Materi yang disampaikan memiliki keterkaitan langsung dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), antara lain:
• SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Mendorong pembelajaran yang adaptif dan berbasis kebutuhan peserta didik.
• SDG 5 – Kesetaraan Gender: Diferensiasi pembelajaran membuka ruang bagi pendekatan yang sensitif terhadap keragaman latar belakang peserta didik.
• SDG 10 – Pengurangan Ketimpangan: Asesmen formatif membantu guru mengenali dan mengatasi kesenjangan belajar secara dini.
• SDG 17 – Kemitraan untuk Tujuan: Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas pendidikan lokal memperkuat ekosistem pembelajaran.
Strategi yang dibahas juga sejalan dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang menekankan pembelajaran kontekstual, reflektif, dan berbasis karakter.
Dampak dan Kontribusi
Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap:
- Pengembangan ilmu dan kapasitas peserta: Guru memperoleh wawasan baru tentang strategi pembelajaran yang responsif dan asesmen yang bermakna.
- Penguatan reputasi institusi: Kehadiran dosen IPAI FPIPS UPI sebagai narasumber nasional memperkuat citra UPI sebagai institusi yang aktif dalam transformasi pendidikan.
- Tindak lanjut kolaboratif: Direncanakan pengembangan modul pelatihan dan pendampingan guru berbasis asesmen formatif dan diferensiasi pembelajaran, sebagai bentuk sinergi antara UPI dan komunitas belajar.id.