Tonggak Sejarah Baru: Ruang Akademik FPIPS UPI Saksi Bisu Seminar Proposal Disertasi Perdana S3 PAI

BANDUNG — Sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi islam tingkat lanjut kembali diukir di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Terintegrasi, khususnya pada Program Doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam, sukses menyelenggarakan agenda akademik monumental berupa Seminar Proposal (Sempro) Disertasi Perdana. Kegiatan krusial berskala riset doktoral ini dilaksanakan secara luring bertempat di Gedung A FPIPS UPI Bumi Siliwangi, Bandung, pada Kamis, 12 Maret 2026. Momentum ini menandai langkah awal yang kokoh bagi program doktoral PAI UPI dalam melahirkan pakar, peneliti, sekaligus doktor kependidikan Islam baru yang siap menjawab tantangan peradaban dunia global.

Penyelenggaraan ujian proposal disertasi perdana ini mencerminkan asimilasi teoretis yang sangat tinggi serta matangnya iklim riset orisinil di tingkat pascasarjana. Di dalam pandangan Islam, pengembangan keilmuan melalui riset yang mendalam, sistematis, dan komprehensif merupakan kewajiban intelektual untuk memberikan pemecahan masalah makro yang dihadapi umat. Melalui bimbingan tim promotor yang terdiri dari para guru besar senior, mahasiswa doktoral PAI UPI selaku pemateri utama dalam ujian ini berhasil mempertahankan draf rancangan risetnya di hadapan dewan penguji. Keberhasilan ini membuktikan eksistensi prodi dalam menyeimbangkan penguatan filsafat pendidikan Islam dengan tuntutan metodologi penelitian kontemporer yang objektif dan multidimensional.

Dari dimensi akademis dan teori kebijakan kependidikan, seminar proposal tingkat doktoral memegang peranan krusial sebagai fondasi awal penjaminan mutu sebuah riset keagamaan. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah teoretis yang dirilis oleh jurnal nasional bereputasi Sinta 2, kesiapan konseptual dan ketepatan metodologi yang matang pada fase awal penulisan disertasi berbanding lurus dengan kebaruan (novelty) serta kontribusi teoretis luaran penelitian yang dihasilkan. Melalui dialektika akademik yang kritis dan konstruktif di dalam ruang sidang Gedung A FPIPS, mahasiswa s3 dilatih untuk merekonstruksi pemikiran keislaman secara empiris, logis, dan berbasis pada kebutuhan riil pengembangan kurikulum kependidikan Islam di era disrupsi.

Langkah kepeloporan akademis melalui sidang sempro perdana program doktoral PAI ini juga menjadi wujud sumbangsih riil institusi dalam mendukung agenda pembangunan global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), jalannya tradisi ilmiah riset tingkat s3 ini memastikan lahirnya inovasi-inovasi mutakhir di bidang pedagogi keagamaan yang dapat memperkuat kualitas mutu pengajaran di tingkat makro. Selain itu, hilirisasi hasil riset disertasi ini berkelindan erat dengan SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui pengembangan etika tata kelola sosial keagamaan yang inklusif.

Keberhasilan pelaksanaan Seminar Proposal Disertasi Perdana pada Program Doktor Pendidikan Agama Islam UPI tahun 2026 ini mengukuhkan posisi institusi sebagai pusat keunggulan (center of excellence) kajian kependidikan Islam interdisipliner di Indonesia. Pencapaian bersejarah ini merupakan seruan sekaligus pemantik semangat yang kuat bagi seluruh sivitas akademika, tak terkecuali bagi para mahasiswa magister (S2) maupun sarjana (S1) Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI untuk terus memupuk etos riset yang progresif. Mari kita jadikan momentum emas ini sebagai pelecut energi untuk terus belajar, berinovasi, dan konsisten menorehkan karya ilmiah terbaik demi mengharumkan nama almamater tercinta di kancah nasional maupun internasional. Dosen, peneliti, dan pemuda IPAI adalah pelopor kemajuan ilmu pengetahuan yang siap membawa maslahat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!