BANDUNG — Majelis keilmuan berbasis spiritualitas dan intelektualitas kembali digelar secara rutin guna membimbing pemahaman keagamaan masyarakat urban. Halaqah AWM Mingguan sukses menyelenggarakan forum diskusi keislaman virtual bertajuk “Dzikir & Fikir Solusi Kehidupan” pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 21.00 – 22.30 WIB. Kegiatan religius-edukatif yang difasilitasi melalui aplikasi Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube Abdul Wahid Maktub ini menghadirkan dua tokoh sentral nasional, yakni KH. Abdul Wahid Maktub (President University Lecturer) sebagai pemantik diskusi, serta Prof. Dr. H. Ach. Fathoni Rodli, M.Pd. (Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia/ADRI) bertindak sebagai pembahas.
Penyelenggaraan halaqah mingguan yang turut didukung penuh serta diikuti oleh sivitas akademika rumpun pendidikan keagamaan, termasuk Program Studi Ilmu Pengetahuan Agama Islam (IPAI) FPIPS UPI ini, berfokus pada upaya rekonstruksi pemikiran umat Muslim. Di dalam tradisi intelektual Islam, karakter ideal seorang mukmin sejati direpresentasikan melalui konsep Ulul Albab, yaitu individu yang mampu menyeimbangkan tata kelola hati melalui dzikir yang kontinu serta optimalisasi potensi akal melalui penalaran fikir yang mendalam. Sinergi dinamis ini dikaji secara komprehensif sebagai formulasi teologis dan praktis dalam menjawab tantangan krisis moral, sosial, serta kompleksitas problematika kehidupan modern saat ini.
Secara teoretis, integrasi antara pemenuhan aspek spiritual (dzikir) dan ketajaman rasionalitas kognitif (fikir) memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental serta ketahanan psikologis individu menghadapi disrupsi. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah teoretis yang dimuat dalam jurnal nasional bereputasi Sinta 2, pembiasaan refleksi spiritual terstruktur yang diimbangi dengan proses berpikir kritis keagamaan terbukti efektif meningkatkan efikasi diri dan mereduksi tingkat kecemasan eksistensial di era digital. Diskusi dalam halaqah ini memperkuat teori sosiologi agama bahwa ruang-ruang spiritual informal seperti halaqah mingguan berfungsi sebagai oase intelektual yang menjaga stabilitas emosional sekaligus memperkaya wawasan keilmuan masyarakat lintas profesi.
Agenda halaqah rutin yang terbuka untuk para habaib, guru besar, pimpinan PTN/PTS, diplomat luar negeri, ASN, dosen, mahasiswa, hingga pengusaha ini juga selaras dengan pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), forum inklusif ini menjadi wadah pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning) yang gratis dan mudah diakses demi memperkuat literasi keagamaan yang moderat dan substantif. Di samping itu, penguatan karakter kemanusiaan yang toleran dan damai melalui keseimbangan spiritual-intelektual ini sejalan dengan SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions).
Suksesnya pelaksanaan Halaqah AWM Mingguan periode akhir Februari ini menjadi bukti autentik bahwa kebutuhan akan nutrisi ruhani dan diskusi ilmiah yang mencerahkan tetap tinggi di tengah kesibukan duniawi. Keterlibatan aktif para tokoh nasional, praktisi, hingga civitas akademika tak terkecuali mahasiswa prodi IPAI UPI dalam majelis ilmu ini diharapkan mampu menjadi energi positif yang berkelanjutan. Mari kita jadikan momentum halaqah rutin ini sebagai pemantik semangat untuk terus konsisten menyeimbangkan zikir dan pikir dalam setiap langkah kehidupan kita. Jangan ragu untuk terus bergabung, belajar, dan merefleksikan nilai-nilai luhur keislaman demi membawa kemaslahatan, kedamaian, serta rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!