BANDUNG — Perkumpulan Prodi PAI Indonesia (PPPAII) sukses menyelenggarakan agenda akademik berskala besar berupa Webinar Nasional bertajuk “PPPAII Lounge”. Kegiatan yang mengusung tema krusial “Moderasi Beragama dan Tantangan Polarisasi Sosial” ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Workplace dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PPPAII Official pada Selasa, 24 Februari 2026. Forum intelektual ini menghadirkan para pakar dan pimpinan program studi PAI dari berbagai pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia guna membedah strategi penguatan harmoni sosial di tengah derasnya arus disrupsi informasi.
Penyelenggaraan webinar nasional ini dinilai sangat momentum di tengah dinamika sosioreligius kontemporer yang kerap diwarnai oleh benturan pemikiran eksklusif. Di dalam kerangka nilai keislaman, moderasi beragama (wasathiyah) merupakan prinsip inti yang mengedepankan aspek keseimbangan, keadilan, dan toleransi dalam menyikapi keberagaman umat manusia. Melalui mimbar akademik ini, para narasumber yang kompeten, termasuk Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si (Ketua Umum PPPAII), Assoc. Prof. Dr. Pahrurroji, M.Ud. (Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta), Dr. Eny Rahmawati, M.Pd. (INISNU Temanggung), dan Dr. Syamsul Kurniawan, M.S.I (IAIN Pontianak) saling berkolaborasi merumuskan resolusi strategis demi mengikis polarisasi yang mengancam integrasi bangsa.
Secara teoretis, implementasi nilai-nilai moderasi dalam kurikulum perguruan tinggi keagamaan memiliki korelasi yang sangat kuat dengan reduksi potensi radikalisme psikososial di kalangan pemuda. Berdasarkan hasil kajian ilmiah teoretis yang dirilis oleh jurnal nasional bereputasi Sinta 2, internalisasi pemahaman keagamaan yang inklusif dan multidimensional di lingkungan kampus mampu memitigasi sikap fanatisme buta serta memperkuat ketahanan sosial mahasiswa. Diskusi lintas institusi semacam ini memberikan fondasi teoretis yang kokoh bagi para pengelola prodi PAI di seluruh Indonesia untuk merekonstruksi strategi pedagogis yang adaptif, objektif, dan berbasis pada nilai-nilai kedamaian universal.
Langkah strategis yang ditempuh oleh PPPAII yang juga didukung penuh oleh rumpun kelembagaan IPAI FPIPS UPI ini merupakan wujud kontribusi nyata terhadap target pembangunan global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions), dialog ini menjadi sarana preventif untuk mencegah konflik horizontal serta menegakkan stabilitas sosial kemasyarakatan. Selain itu, agenda ini berkelindan erat dengan SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), melalui pengayaan materi edukasi keagamaan yang transformatif, toleran, serta relevan dengan tantangan global kemanusiaan.
Pelaksanaan Webinar Nasional PPPAII Lounge periode 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa prodi PAI di seluruh Indonesia, termasuk prodi IPAI UPI, terus konsisten mengambil peran kepeloporan dalam merawat tenun kebangsaan. Keberhasilan forum ini hendaknya menjadi refleksi sekaligus pemantik kesadaran bagi seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk senantiasa menginternalisasikan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan hasil-hasil pemikiran dari webinar ini sebagai modal sosial untuk terus bergerak maju, mendobrak sekat-sekat perbedaan, dan aktif menjadi agen perdamaian yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor moderasi yang membawa rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!