Malam Nisfu Sya’ban: Momentum Muhasabah dan Doa Menyambut Ramadhan

Bandung — Umat Islam di seluruh dunia kembali menyambut malam penuh berkah, Nisfu Sya’ban, yang diyakini sebagai salah satu malam istimewa dalam kalender hijriah. Malam ini menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta menata niat menyongsong bulan suci Ramadhan.

Tradisi yang berkembang di masyarakat antara lain membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali dengan niat memohon panjang umur, rezeki yang berkah, dan keteguhan iman. Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa Nisfu Sya’ban, melaksanakan shalat sunnah, memperbanyak istighfar dan shalawat, serta melakukan muhasabah diri sebagai persiapan spiritual menuju Ramadhan.

Ketua Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) FPIPS UPI menyampaikan bahwa momentum Nisfu Sya’ban bukan sekadar ritual, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama. “Malam Nisfu Sya’ban adalah kesempatan untuk membersihkan hati, memperbaiki amal, dan menata kembali niat agar Ramadhan nanti dapat dijalani dengan penuh kesungguhan,” ujarnya.

Peringatan Nisfu Sya’ban juga sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, serta SDG 16 tentang perdamaian dan kelembagaan yang tangguh. Melalui muhasabah dan doa, umat Islam diajak membangun kehidupan yang lebih damai, sehat, dan berorientasi pada keberkahan.

Dengan semangat doa dan harapan, malam Nisfu Sya’ban menjadi pengingat bahwa setiap muslim memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menyiapkan hati menyambut Ramadhan dengan jiwa yang lebih bersih.