BANDUNG, (ipai.upi.ac.id) — Program Studi Pendidikan Agama Islam (IPAI) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengembangan Model Pembelajaran PAI Berbasis Eco-Theo Praxis untuk Menanamkan Kesadaran Ekologis Mahasiswa.” Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 15 Agustus 2025, di Ruang 309 Lantai 3 FPIPS UPI.
FGD ini merupakan bagian dari proses validasi buku Pendidikan Agama Islam (PAI) yang disusun dengan pendekatan eco-theo praxis, yaitu integrasi antara nilai-nilai teologis, kesadaran ekologis, dan aksi praksis dalam pembelajaran agama Islam di perguruan tinggi umum (PTU). Buku tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan global seperti perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan krisis spiritualitas generasi muda.
Tim penyusun buku terdiri dari tiga peneliti lintas perguruan tinggi, yakni Dr. Irfan AN dari Universitas Sebelas Maret, Dr. Rini Rahman, S.Ag., M.Ag. dari Universitas Negeri Padang, dan Dr. Waway Qudratullah, S.Pd. dari Politeknik Negeri Bandung. Ketiganya merancang buku dengan pendekatan multidimensi yang relevan dengan isu keberlanjutan dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Hadir sebagai narasumber utama dalam FGD ini, Dr. Wawan Hermawan, M.Ag. dan Dr. Saepul Anwar, S.Pd.I., M.Ag. dari Prodi IPAI FPIPS UPI. Dalam paparannya, Dr. Saepul Anwar menyampaikan bahwa mata kuliah PAI di PTU harus menjadi ruang pembentukan karakter, spiritualitas, dan kesadaran sosial yang berdampak nyata.
“Menjaga lingkungan adalah bentuk iman yang bergerak, tanggung jawab yang nyata, dan ibadah yang berdampak,” ujar Saepul.
Ia menekankan tiga dimensi utama dalam pendekatan eco-theo praxis, yaitu:
• Teologis: Menyadari alam sebagai ayat kauniyah
• Ekologis: Menanamkan etika dan akhlak lingkungan
• Praksis: Mendorong aksi nyata dan kolaboratif
FGD ini juga diikuti oleh delapan dosen lainnya dari Prodi IPAI, dan Politeknik Bandung, yang berperan sebagai panelis dan penanggap. Mereka antara lain Dr. Agus Fakhruddin, M.Pd., Dr. M. Parhan, M.Ag., Risris Hari Nugraha, M.Hum., Usup Romi, M.Pd., Ganjar Eka Subakti, M.Pd., Achmad Faqihuddin, M.Pd., Indah Sari, M.Pd.I., Siti Aini Latifah, M.Pd.
Kegiatan ini dinilai sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Kepdirjendikti No. 84/E/KPT/2020 tentang Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), yang menekankan pentingnya muatan aktual, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui validasi ini, Prodi IPAI FPIPS UPI berharap buku PAI berbasis eco-theo praxis dapat menjadi rujukan nasional dalam pengembangan kurikulum PAI yang transformatif, berorientasi pada keberlanjutan, dan memperkuat karakter mahasiswa sebagai agen perubahan.