Bandung, 28 Mei 2025 โ Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menggelar Kajian Titik Temu bertajuk “Beragama Inklusif, Membangun Indonesia Setara”. Acara yang berlangsung di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI ini menjadi ajang diskusi yang memperkaya wawasan mengenai keberagaman dan pentingnya membangun inklusivitas dalam kehidupan beragama.
Dialog Penuh Makna bersama Para Pemikir Nasional
Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan pemikir yang memberikan perspektif luas mengenai nilai kebinekaan dan inklusivitas dalam keberagaman:
๐ค Keynote Speaker:
๐ฌ Omi Komaria Nurcholish Madjid (Ketua Dewan Pembina Nurcholish Madjid Society)
๐ค Pembukaan oleh:
๐ฌ Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A. (Wakil Rektor Bidang Riset, Usaha dan Kerjasama UPI)
๐ฌ Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., M.H., CPM. (Dekan FPIPS UPI)
๐ Narasumber:
๐ค Prof. Dr. Munawar Rahmat, M.Pd. (Dosen Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI)
๐ค Sukidi, Ph.D. (Pemikir Kebinekaan)
๐ค Muhamad Wahyuni Nafis, M.A. (Ketua Nurcholish Madjid Society)
Dipandu oleh moderator Prof. Dr. Aceng Kosasih, M.Ag. (Ketua Prodi PAI Integrasi – S1, S2, dan S3 – UPI) dan Dr. Wawan Hermawan, M.Ag. (Ketua Griya Moderasi UPI) diskusi interaktif berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta. Kajian ini menyoroti pentingnya membangun sikap inklusif dalam beragama agar masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan dengan harmoni, tanpa diskriminasi atas dasar kepercayaan.
Antusiasme Peserta dan Manfaat Kegiatan
Dengan kuota terbatas 300 peserta, kegiatan ini berhasil menarik minat akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas. Selain mendapatkan sertifikat keikutsertaan, peserta juga memperoleh buku gratis, serta ilmu dan inspirasi baru dari pemikiran para pembicara.
Sebagai bagian dari kolaborasi antara FPIPS UPI dan Nurcholish Madjid Society, kajian ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat dialog lintas agama dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif.