SUMEDANG — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama Karaton Sumedang menyelenggarakan workshop bertajuk “Sinergitas Agama, Budaya dan Seni” pada Sabtu, 28 Juni 2025, di Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan strategis antara akademisi, tokoh agama, budayawan, dan seniman dalam merumuskan model pendidikan keagamaan yang berpijak pada nilai-nilai budaya lokal.
Dengan mengusung tema “Meeting Point Model Pendidikan Keagamaan Bagi Ustadz, Budayawan dan Seniman di Kabupaten Sumedang”, workshop ini menghadirkan empat narasumber inspiratif:
- Prof. Dr. H. Syahidin, M.Pd. — akademisi dan pakar pendidikan dari UPI
- Luky Djohari Soemawilaga — tokoh budaya dan Radya Anom Karaton Sumedang Larang
- Asep Santana — budayawan dan pegiat seni lokal
- Hilman Taufiq A., S.Pd., M.Pd. — praktisi pendidikan dan pemerhati kebudayaan
Sejak pukul 08.00 WIB, diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, diikuti oleh para ustadz, pendidik, tokoh masyarakat, serta seniman muda. Para pembicara menekankan pentingnya pendekatan integratif dalam pendidikan, di mana nilai-nilai religius, budaya, dan seni tidak dipisahkan, melainkan saling menguatkan dalam membentuk karakter generasi bangsa.
Dalam paparannya, Prof. Syahidin menyampaikan bahwa pendidikan keagamaan yang kontekstual harus mampu menjembatani antara teks dan realitas sosial. “Agama bukan hanya doktrin, tetapi juga ekspresi budaya dan seni yang hidup dalam masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, R. Luky Djohari menekankan bahwa Karaton Sumedang memiliki warisan nilai-nilai luhur yang dapat menjadi sumber pembelajaran karakter. “Budaya lokal adalah cermin spiritualitas masyarakat. Jika digali dengan pendekatan pendidikan, ia akan menjadi kekuatan pembentuk jati diri,” tuturnya.
Workshop ini diharapkan menjadi titik awal sinergi berkelanjutan antara dunia akademik, spiritualitas, dan kebudayaan dalam merumuskan strategi pendidikan yang lebih holistik dan berakar pada kearifan lokal. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- 🎓 SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: melalui penguatan pendidikan berbasis nilai dan konteks budaya
- 🕊️ SDG 16 – Perdamaian dan Keadaban Sosial: dengan membangun harmoni antara agama dan budaya
- 🤝 SDG 17 – Kemitraan untuk Tujuan: melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga adat
Dengan semangat kolaborasi, UPI dan Karaton Sumedang menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh kuat jika ditopang oleh nilai-nilai agama, budaya, dan seni yang hidup di tengah masyarakat.