Bandung – Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang organisasi kemahasiswaan. Lintang Luthfi Pastika, mahasiswa IPAI angkatan 2024, secara resmi terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Belajar Al-Qur’an Intensif (BAQI) UPI untuk periode masa bakti 2026. Pemilihan yang berlangsung khidmat ini menandai kepercayaan besar universitas terhadap kader-kader IPAI untuk memimpin simpul penguatan nilai-nilai religiusitas di lingkungan kampus Bumi Siliwangi.
Kepemimpinan Berbasis Nilai dan Integritas Ilmiah
Terpilihnya Lintang bukan sekadar suksesi kepemimpinan biasa, melainkan representasi dari kualitas pembinaan karakter yang dijalankan di lingkungan FPIPS UPI. Sebagai nahkoda baru UKM BAQI, Lintang memikul amanah untuk mengelola program literasi Al-Qur’an bagi ribuan mahasiswa UPI. Kepemimpinan dalam organisasi keagamaan kampus memerlukan integrasi antara kecerdasan spiritual dan manajerial yang matang.
Secara teoretis, model kepemimpinan ini selaras dengan konsep Servant Leadership dalam perspektif Islam, di mana seorang pemimpin adalah pelayan umat (khadimul ummah). Hal ini sejalan dengan penelitian dalam Journal of Islamic Management yang menekankan bahwa efektivitas organisasi keagamaan sangat bergantung pada kemampuan pemimpin dalam mengintegrasikan nilai-nilai amanah, fathanah, dan tabligh untuk menciptakan kohesi sosial di lingkungan akademik yang heterogen.
Kontribusi Terhadap Visi Prodi dan Implementasi SDGs
Pencapaian ini mempertegas posisi Prodi IPAI UPI sebagai “Pelopor dan Unggul” dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori agama secara tekstual, tetapi juga kontekstual dalam ranah pengabdian. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam memimpin UKM strategis seperti BAQI merupakan manifestasi nyata dari upaya universitas dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang holistik.
Selain itu, peran strategis Lintang di UKM BAQI secara langsung berkontribusi pada pencapaian SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas). Melalui program-program literasi Al-Qur’an yang inklusif dan terstruktur, UKM BAQI berperan dalam memperluas akses pendidikan karakter dan spiritual bagi seluruh mahasiswa, yang menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang beradab dan berpengetahuan luas.
Sinergi Akademik dan Organisasi
Keberhasilan Lintang diharapkan mampu menginspirasi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk tidak ragu mengambil peran di ruang publik. Pimpinan Prodi IPAI senantiasa mendukung mahasiswa untuk aktif berorganisasi tanpa meninggalkan kewajiban akademik. Keseimbangan ini menjadi kunci dalam mencetak sarjana pendidikan agama Islam yang memiliki daya tawar tinggi di era global, dengan tetap memegang teguh identitas sebagai penjaga nilai-nilai Qur’ani di perguruan tinggi.
Prestasi yang diraih oleh Lintang Luthfi Pastika adalah bukti nyata bahwa mahasiswa IPAI memiliki kapasitas kepemimpinan yang kompetitif di tingkat universitas. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pemacu semangat bagi seluruh civitas akademika IPAI untuk terus berakselerasi, berkarya, dan mengambil peran strategis dalam berbagai lini organisasi. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas di dalam ruang kelas, tetapi juga mampu memberikan kemasfalahtan bagi umat melalui kepemimpinan yang berintegritas. Teruslah berkarya, karena setiap kontribusi positif adalah langkah nyata kita menuju IPAI yang semakin unggul!