BANDUNG – Geliat demokrasi di lingkungan kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali melahirkan pemimpin muda yang berakar pada nilai-nilai religiositas. Mahasiswa Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) angkatan 2023, M. Zaky Dhiyaul Haq, resmi ditetapkan sebagai Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa (UKDM) UPI periode 2026. Amanah ini menjadi tonggak penting bagi keterlibatan aktif kader-kader IPAI dalam mewarnai dinamika spiritualitas di tingkat universitas selama satu tahun ke depan.
Kepemimpinan sebagai Amanah dan Khidmah
Dalam perspektif organisasi kemahasiswaan Islam, kepemimpinan bukan sekadar kursi kekuasaan, melainkan sebuah bentuk khidmah (pelayanan) kepada umat. Terpilihnya Zaky mencerminkan kepercayaan besar konstituen terhadap kapasitas intelektual mahasiswa IPAI dalam mengelola syiar Islam yang moderat. Secara teoretis, pola kepemimpinan di lembaga dakwah kampus idealnya menerapkan prinsip Servant Leadership, di mana orientasi utamanya adalah pemberdayaan anggota dan kemaslahatan publik kampus.
Hal ini selaras dengan ulasan dalam jurnal ilmiah internasional bahwa efektivitas organisasi keagamaan mahasiswa sangat bergantung pada kemampuan pemimpin dalam mengintegrasikan modal sosial dengan nilai-nilai inklusivitas. Dengan latar belakang keilmuan agama yang kokoh dari FPIPS UPI, Zaky diproyeksikan mampu membawa LDK UKDM menjadi oase bagi mahasiswa untuk mendalami Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah tantangan disrupsi moral di era digital.
Menuju Kampus Religius dan Berkelanjutan
Langkah strategis Zaky di periode 2026 ini sejalan dengan komitmen institusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). LDK UKDM berperan sebagai pilar pendidikan karakter non-formal yang krusial bagi pengembangan moralitas mahasiswa. Melalui program kerja yang terukur, diharapkan terjadi peningkatan literasi agama yang substansial di lingkungan UPI.
Selain itu, kepemimpinan ini juga menyentuh aspek SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Dengan mengedepankan dialog dan musyawarah dalam setiap kebijakan organisasi, LDK UKDM di bawah komando Zaky berupaya membangun institusi kemahasiswaan yang kredibel dan transparan. Upaya ini menjadi bukti bahwa mahasiswa IPAI tidak hanya mahir dalam teori di bangku kuliah, namun juga unggul sebagai pelopor dalam implementasi nilai-nilai keadilan organisasi.
Optimisme dan Langkah Strategis 2026
Keluarga besar Prodi IPAI menaruh harapan besar pada pundak Zaky untuk dapat mengakselerasi dakwah yang kreatif dan adaptif. Sebagai mahasiswa angkatan 2023, ia dinilai memiliki bekal pengalaman yang cukup untuk mengonsolidasikan berbagai potensi aktivis dakwah dari tiap fakultas di UPI. Sinergi antara pemahaman teologis yang mendalam dan manajemen organisasi yang modern diharapkan melahirkan inovasi syiar yang relevan bagi generasi Z.
Dukungan penuh mengalir dari segenap civitas akademika, berharap agar periode kepemimpinan 2026 ini mampu meningkatkan Religious Quotient (RQ) mahasiswa secara signifikan. Dengan semangat “Pelopor dan Unggul”, Zaky Dhiyaul Haq siap mengukir sejarah baru dalam khazanah dakwah kampus di Bumi Siliwangi, sekaligus menjaga muruah IPAI sebagai program studi yang konsisten mencetak pemimpin masa depan berintegritas tinggi.
Terpilihnya M. Zaky Dhiyaul Haq adalah bukti nyata bahwa mahasiswa IPAI memiliki kualitas yang diakui di level universitas. Kami mengajak seluruh mahasiswa IPAI untuk tidak ragu mengasah potensi diri dan mengambil peran dalam berbagai lini kepemimpinan. Mari kita jadikan prestasi ini sebagai pelecut semangat untuk terus berkontribusi bagi almamater dan agama. Jadilah pelopor kebaikan, karena di tangan pemuda yang bertakwa, masa depan bangsa akan tetap berada di jalur yang diberkahi.