BANDUNG — Di tengah pesatnya transformasi digital dan perubahan lanskap dunia kerja, Dini Fauziah, S.Pd., alumni Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), tampil sebagai sosok yang menjembatani nilai-nilai keislaman dengan dinamika industri kreatif dan bisnis digital.
Lulus pada tahun 2011, Dini telah menempuh perjalanan karier yang luas dan lintas sektor. Ia kini menjabat sebagai Executive Assistant Direktur di Virtary Global, Head of Marketing di PT Ala Demarco Indonesia (Nutalmond Cafe), Marketing Manager Alchemist di Virtary Academy, serta Social Media Specialist di @rotisisirbogor. Sebelumnya, ia pernah menjadi SPV HR di PT Infomedia Solusi Humanika (Telkom Group), Founder dan CEO Nutslicious Almond, serta Project Manager di PT Remobees Kerja Mendunia.
Tak hanya itu, Dini juga aktif sebagai pengajar Digital Marketing dalam program Prakerja dan menjadi konsultan media sosial untuk berbagai UMKM dan komunitas digital. Jejak kontribusinya tercatat di berbagai akun dan inisiatif seperti @dapurontiina, @ibusuksesberkarya, @primasarisnack_id, @bidansagita, @ibuberkaryaofficial, @ariansdigital, @sekolahfreelancer, @ahimsayoga_id, dan @greenpawvetclinic.
Integrasi Nilai Islam dan Literasi Digital
Kiprah Dini menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam tidak hanya relevan di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi fondasi kokoh dalam menjawab tantangan dunia kerja modern. Ia mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, etika kerja, dan keterampilan komunikasi dalam strategi pemasaran digital dan pengembangan sumber daya manusia.
“Awalnya saya pikir lulusan IPAI hanya akan berkarier sebagai guru atau penceramah. Tapi pengalaman saya di kampus membuka mata bahwa IPAI adalah fondasi kuat yang bisa membawa kita ke berbagai bidang. Di dalamnya ada pelajaran tentang logika berpikir, softskill, kemampuan riset, dan banyak lagi,” ujar Dini.
Tantangan Pendidikan Islam di Era Global
Dini juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi pendidikan Islam saat ini, yakni dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Menurutnya, banyak lembaga pendidikan Islam masih memisahkan kedua jenis ilmu ini, sehingga lulusannya kurang siap menghadapi tuntutan global yang menuntut integrasi pengetahuan.
“Pendidikan Islam harus berani bertransformasi. Kita perlu membekali generasi dengan keterampilan adaptif, pemahaman lintas disiplin, dan karakter kuat agar mereka mampu menjadi fasilitator, motivator, dan pembimbing yang relevan di berbagai bidang,” tuturnya.
Dampak dan Inspirasi
Kehadiran Dini di berbagai sektor industri telah memberikan dampak nyata terhadap institusi, komunitas, dan kebijakan pendidikan nonformal. Ia menjadi inspirasi bagi mahasiswa aktif IPAI dan calon pendidik yang ingin menjelajahi jalur karier nonkonvensional. Jejak kontribusinya menjangkau skala lokal hingga nasional, dengan pendekatan yang menggabungkan nilai keislaman, inovasi digital, dan pemberdayaan sosial.
Dengan semangat kebermanfaatan dan keberanian melintasi batas-batas konvensional, Dini Fauziah membuktikan bahwa lulusan IPAI FPIPS UPI mampu menjadi agen perubahan di era yang terus bergerak cepat, tanpa kehilangan akar spiritual dan nilai-nilai keislaman.