Berdayakan UMKM Dago Lewat Gagasan Digital, Tim Sakarya IPAI UPI Tembus Kompetisi Nasional PT Kalimantan Prima Persada

BANDUNG — Kiprah nyata dalam pengabdian masyarakat berbasis teknologi kembali ditunjukkan oleh para mahasiswa Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tim “Sakarya” yang beranggotakan para mahasiswa aktif prodi IPAI tengah berjuang membawa nama baik almamater dalam ajang kompetisi pemberdayaan masyarakat tingkat nasional, “KPP Mining Youth In Action 2026”. Kompetisi bergengsi yang menuntut inovasi sosial nyata dari pemuda ini diselenggarakan secara resmi oleh PT Kalimantan Prima Persada (Astra Mining Group) sepanjang tahun 2026. Tim Sakarya IPAI UPI hadir membawa rancangan proyek strategis bertajuk “Strategi Metamorfosis Kreatif Digital Pemuda dan Kolaboratif UMKM untuk Kesiapan Kerja di Kelurahan Dago”.

Keikutsertaan Tim Sakarya sebagai konseptor inovasi sosial dan pemateri program di lapangan mencerminkan asimilasi teoretis yang kuat antara nilai mulia muamalah Islam dan pilar pemberdayaan ekonomi sosiologis. Di dalam prinsip kependidikan Islam, ilmu yang berkah adalah ilmu yang mampu diaktualisasikan menjadi tindakan nyata guna mengentaskan problematika kemiskinan serta meningkatkan kemaslahatan hidup masyarakat (rahmatan lil ‘alamin). Melalui intervensi digital dan program pelatihan kolaboratif yang diinisiasi di Kelurahan Dago, para mahasiswa IPAI ini berupaya memotong rantai kesenjangan kompetensi kerja pemuda lokal, sekaligus mengeskalasi kapasitas daya saing digital para pelaku UMKM agar terhindar dari ketertinggalan di era ekonomi modern.

Jika ditinjau dari aspek akademis dan teori sosiologi pembangunan, keterlibatan mahasiswa dalam menggerakkan ekosistem digital UMKM berbasis komunitas terbukti memiliki kontribusi linear terhadap penguatan ketahanan ekonomi daerah. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah kontemporer yang dimuat dalam jurnal nasional bereputasi Sinta 2, program pemberdayaan ekonomi yang berbasis pada kolaborasi kelompok pemuda sebaya (youth-led community empowerment) memiliki tingkat efektivitas dan keberlanjutan yang jauh lebih tinggi. Pendekatan klinis dan pendampingan kreatif digital yang dirancang oleh Tim Sakarya memberikan fondasi teoretis baru bahwa edukasi nilai-nilai etika bisnis islami yang dikawinkan dengan kecakapan teknologi mampu mereduksi hambatan struktural kesiapan kerja pemuda di wilayah urban.

Proyek sosial solutif yang digelorakan oleh mahasiswa prodi IPAI UPI di Kelurahan Dago ini juga menjadi manifestasi autentik dari dukungan institusi terhadap pemenuhan target global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), inovasi ini secara konkret membuka ruang pelatihan kecakapan digital kerja bagi para pemuda setempat. Di samping itu, penguatan kapasitas pelaku usaha mikro ini berkelindan erat dengan SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyediaan akses edukasi finansial dan manajerial non-formal sepanjang hayat bagi segenap lapisan masyarakat.

Perjuangan gigih Tim Sakarya dalam ajang KPP Mining Youth In Action 2026 ini mempertegas eksistensi prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI sebagai lumbung lahirnya para agen perubahan yang cerdas, aplikatif, dan berakhlak mulia. Gagasan pemberdayaan yang luar biasa ini merupakan seruan sekaligus pemantik semangat persaudaraan yang kuat bagi seluruh mahasiswa prodi IPAI lainnya untuk berani melangkah keluar dari batas kelas, mengasah kepekaan sosial, serta aktif menorehkan karya nyata di tengah masyarakat. Mari kita satukan doa dan dukungan terbaik agar setiap tahapan kompetisi nasional ini diberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil terbaik yang membawa keberkahan bagi almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor kemajuan dan penggerak ekonomi umat yang membawa maslahat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!