Anwar Taufik Rakhmat, M.Pd. Dosen Alumni IPAI UPI yang “berdampak” di kampus Kota Santri

Bandung – Anwar Taufik Rakhmat, M.Pd., mahasiswa angkatan pertama (2007) Program Studi (S1) Ilmu Pendidikan Agama Islam yang lulus tahun 2011, dan alumni Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2) lulus pada tahun 2015. Kini aktif mengajar sebagai Dosen di universitas negeri satu-satunya di Priangan Timur yaitu Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya. Sebagai salah satu dari 36 Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) di Indonesia yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 1 April 2014, Unsil dituntut untuk bisa mengembangkan diri untuk lebih baik dari segi tata kelola lembaga dan pelayanan pendidikan kepada mahasiswa.

Sejak tahun 2018, Anwar di terima di Unsil sebagai dosen Pendidikan Agama Islam, memberikan kontribusi nyata di bidang pengelolaan Mata Kuliah Umum, khususnya di Mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Dari mulai pemetaan SDM Dosen pengampu Mata kuliah PAI, Penjadwalan perkuliahan, penyusunan kurikulum yang terstandar, sampai penyediaan bahan ajar MK PAI, ia berperan aktif di dalamnya. Hal ini memiliki dampak yang cukup signifikan mengingat sebelum kehadirannya di kampus, tata pengelolaan MK PAI belum dikelola secara maksimal.

Dengan bekal pengalaman belajar dan bimbingan yang diterima selama kuliah di PAI UPI, tekad yang kuat dan  kerja sama dengan berbagai pihak, akhirnya waktu demi waktu pengelolaan MK PAI di Unsil mengarah kepada perkembangan yang lebih baik. Sehingga hari ini, Anwar ditunjuk sebagai koordinator MKWK Agama (PAI) di bawah pengelolaan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran.

Kontribusi nyata lainnya adalah Anwar menjadi ketua tim Program Bantuan Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Wajib pada Kurikulum (MKWK)  Pendidikan Tinggi Berbasis Proyek yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI pada tahun 2023. Pada program ini, Anwar melahirkan beberapa luaran nyata yang berkontribusi positif pada pelakasanaan perkuliahan MKWK di Unsil.  Dengan program ini, mendorong seluruh dosen MKWK dan mahasiswa melaksanakan pembelajaran yang lebih berfokus pada proses ilmiah dan solusi nyata yang diwujudkan bentuk karya. Untuk lebih spesifik keunggulan yang ditawarkan oleh Anwar sebagai langkah inovatif pembelajaran adalah pembelajaran berbasis proyek ini disusun secara teknis dan sistematis pengelolaannya dikelola melalui teknologi digital berbasis Google Workspace yang terintrgatif (bisa diakses pada tautan https://s.id/berandaproyekmkwk), dengan berfokus tidak pada hanya substansi materi semata tetapi pada peningkatan kompetensi Abad 21; Critical Thinking (Berpikir Kritis), Creativity (Kreativitas), Communication (Komunikasi), Collaboration (Kolaborasi), Character (Karakter), dan Citizenship (Kewarganegaraan).

Selain berkontribusi di pengelolaan mata kulai PAI, Anwar juga diangkat sebagai Ketua Program Universitas yang bergerak dalam bidang keagamaan yaitu Program Tutorial Berantas Buta huruf Al-Quran (B2HQ), program ini merupakan program unggulan Universitas Siliwangi yang mana sertifikat program kelulusan baca Al-Quran ini menjadi syarat mahasiswa mengikuti sidang tugas akhir atau skripsi. Di samping itu, Anwar juga berkontribusi dalam membimbing kegiatan keagamaan dalam peningkatan pemahaman Islam di kampus melalui program Kuliah Dhuha yang dikelola oleh UKM KISI ( Kerohanian Islam Siliwangi). Program ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru yang beragama Islam di Universitas Siliwangi.

Selama berkiprah sebagai dosen, Anwar juga telah melahirkan beberapa karya tulis dalam bentuk buku dan modul diantaranya adalah berupa buku bahan ajar; Pendidikan agama Islam: mengembangkan moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (2020), Pendidikan Agama Islam: Mengembangkan Karakter Insan Islami (2023),  6 jilid Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas 1-6; Kurikulum Merdeka (2022-2024), buku referensi; Wakaf Uang: Konsep Dan Implementasinya (2022), Langkah Taktis Membumikan Wakaf Uang (2024), Modul; Modul Pembelajaran MKWK berbasis Proyek (2024) dan Modul Berantas Buta Huruf Al-Quran (2025).

Tentang pengalamannya di PAI S2 FPIPS UPI, Anwar menyampaikan, “Belajar di Prodi IPAI (S1) dan PAI (S2) FPIPS UPI menumbuhkan jiwa pendidik yang idealis, adaptif, inovatif dan berdampak pada masyarakat. IPAI tidak hanya memfasilitasi pembelajaran akademik di ruang kelas yang kondusif dengan dosen yang berkualitas, tetapi juga mahasiswa senantiasa didorong untuk mengembangkan potensinya di luar akademik, yang hal ini terintegrasi secara optimal sehingga mampu melahirkan lulusan yang mampu berdampak dan bersaing dengan lulusan PAI PT lainnya.

Satu lagi kesan yang Anwar sampaikan, bahwa ia senantiasa ingat pesan dosen ketika belajar di IPAI dan PAI UPI, adalah pesan dosennya yang pernah mengatakan “lulusan IPAI mah kudu jadi ragi dimana wae ayana”. Maksudnya, lulusan IPAI harus bisa memberikan “warna” atau kontribusi positif di mana pun ia berada dengan nilai keislaman yang berdampak dan bermanfaat.