Empat Mahasiswa Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI Sukses Selesaikan Program Intensif di Kampung Inggris Pare Kediri

KEDIRI — Mengisi waktu libur perkuliahan dengan aktivitas akademik yang produktif dan transformatif, empat mahasiswa Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) angkatan 2023, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelesaikan program pelatihan kebahasaan intensif. Keempat mahasiswa tersebut adalah Faiz Firdaus, Iin Ulfa Royani, Kayla Nurul Tahira, dan Ridha Nisa Maulida. Mereka mengikuti “Program Intensif Belajar Bahasa Inggris Di Kampung Inggris Domestic Course Pare Kediri” yang diselenggarakan secara luring (offline) oleh lembaga Domestic English Course sejak 23 Juni hingga 18 Juli 2025.

Keikutsertaan kafilah mahasiswa keagamaan dalam program imersif ini mencerminkan kesadaran tinggi akan asimilasi teoretis antara penguasaan bahasa internasional dan misi syiar universal Islam. Di dalam nilai Islam, menguasai bahasa asing merupakan sebuah instrumen strategis kependidikan (wasilah) untuk memperluas jangkauan dakwah kontemporer serta mempererat tali persaudaraan antar-bangsa. Selama satu bulan penuh, para mahasiswa IPAI UPI bertindak sebagai peserta aktif guna memperdalam kompetensi General English, dengan fokus utama pada aspek grammar, pronunciation, dan speaking. Langkah proaktif ini diproyeksikan mampu mencetak calon pendidik Muslim yang siap berkarier dan menyebarkan nilai-nilai kedamaian di kancah global.

Dari dimensi akademis dan teori psikolinguistik pendidikan Islam, ekosistem pembelajaran yang suportif dan berbasis praktik (practical-based learning) memiliki pengaruh linear terhadap peningkatan efikasi diri serta kefasihan berbicara mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ilmiah teoretis yang dimuat dalam jurnal nasional bereputasi Sinta 2, metode pembelajaran bahasa asing yang terisolasi dari gangguan bahasa ibu (language immersion) terbukti efektif mereduksi kecemasan akademik (foreign language anxiety) serta memperkuat retensi memori jangka panjang. Hal ini teoretis terbukti dari capaian luar biasa Faiz Firdaus dan Ridha Nisa Maulida yang sukses menyelesaikan pelatihan dengan meraih predikat kelulusan tertinggi, yakni Excellent Predicate, melalui raihan skor akumulatif yang sangat mengesankan pada lembar laporan studi (study report) mereka.

Selama periode karantina di Pare, para mahasiswa mengikuti rangkaian jadwal yang sangat padat dengan total 5 sesi kelas setiap harinya. Rangkaian tersebut meliputi morning class untuk penguasaan kosakata (vocabularies) dan ungkapan sederhana, grammar class untuk membedah struktur tenses, pronunciation class untuk melatih fonetik simbol, serta speaking class sebagai ruang latihan berbicara. Seluruh sesi ditutup dengan study club malam hari yang dikemas secara interaktif melalui metode debat dan permainan edukatif. Didampingi oleh jajaran tutor berpengalaman , para mahasiswa tidak hanya mendapatkan penguatan struktur kebahasaan tertulis untuk ranah akademik, tetapi juga mengalami lonjakan kepercayaan diri untuk berbicara bahasa Inggris tanpa takut salah. Selain itu, program ini juga menyediakan kegiatan rekreasi bersama berupa free trip ke Gunung Bromo sebagai sarana refreshing dan tadabur alam bagi para peserta pelatihan.

Keberhasilan program penguatan literasi global ini juga menjadi manifestasi nyata dari komitmen Prodi IPAI UPI dalam mendukung ketercapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), pelatihan ini berhasil melejitkan kecakapan bahasa Inggris mahasiswa, yang juga berfungsi strategis untuk memenuhi prasyarat kelulusan sarjana di UPI. Selain itu, interaksi sosial yang terbangun dengan peserta dari berbagai daerah dan latar belakang umur di Kampung Inggris mendukung program SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui penguatan toleransi dan inklusivitas sosiologis.

Sebagai rencana tindak lanjut pascapelatihan, para mahasiswa IPAI angkatan 2023 ini bersiap untuk mengikuti tes sertifikasi kebahasaan resmi seperti TOEFL ataupun IELTS. Sertifikasi tersebut akan digunakan sebagai jembatan untuk mendaftar beasiswa konferensi internasional, menyajikan makalah ilmiah (presentation paper), mengikuti program study abroad, hingga melanjutkan studi ke luar negeri. Capaian impresif ini mempertegas eksistensi prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI sebagai rahim subur bagi lahirnya intelektual Muslim yang adaptif, kompetitif, dan berwawasan global. Pihak program studi mengimbau seluruh mahasiswa untuk terus mengasah potensi diri dan memanfaatkan waktu liburan dengan karya nyata mencerahkan yang dapat dipantau melalui laman www.ipai.upi.edu atau via Instagram @ipai_official. Pemuda IPAI adalah pelopor literasi dunia. Salam Pelopor dan Unggul!