Syiar Zakat Era Digital: Video Kreatif Masayu Ramadhani dan Dita Aulia Mahasiswa IPAI UPI Raih Prestasi Nasional

BANDUNG — Prestasi membanggakan di kancah nasional kembali diukir oleh duet srikandi Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Masayu Ramadhani dan Dita Aulia, dua mahasiswi aktif prodi IPAI angkatan 2025, sukses menorehkan pencapaian luar biasa dengan menembus jajaran TOP 10 Lomba Video Kreatif Zakat Tingkat Nasional. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan secara resmi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia dalam rangka memperingati momentum akbar HUT ke-25 BAZNAS Indonesia pada tahun 2026.

Keberhasilan Masayu dan Dita sebagai pemateri visual sekaligus konseptor utama dalam karya tersebut merefleksikan pentingnya dinamisasi dakwah kontemporer di era milenial. Di dalam ajaran Islam, zakat memiliki peran teologis dan sosiologis yang sangat vital untuk mengentaskan kemiskinan serta menegakkan keadilan ekonomi umat. Melalui video pendek yang dikemas secara kreatif, inovatif, dan sarat akan pesan edukatif, mahasiswi IPAI UPI angkatan 2025 ini dinilai mampu mentransformasikan pemahaman mengenai urgensi zakat menjadi visualisasi yang inklusif, objektif, dan menyentuh kesadaran generasi muda untuk taat berzakat lewat lembaga resmi.

Jika ditinjau dari dimensi akademis dan teori komunikasi kependidikan Islam, pemanfaatan media audiovisual sebagai instrumen sosialisasi keagamaan memiliki korelasi linear terhadap efektivitas penerimaan pesan publik. Berdasarkan hasil riset ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi Sinta 2, pengembangan konten kreatif berbasis digital terbukti mampu memitigasi hambatan literasi keagamaan kontemporer pada era disrupsi informasi. Kompetisi ini menjadi pembuktian teoretis yang kokoh bahwa mahasiswa kependidikan Islam saat ini dituntut untuk tidak hanya menguasai teks-teks klasik, melainkan juga wajib memiliki kecakapan digital (digital skills) guna merekonstruksi gagasan syariat secara menarik dan adaptif di media sosial.

Capaian impresif di tingkat nasional ini juga menjadi manifestasi nyata dari komitmen Prodi IPAI UPI terhadap ketercapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), prestasi ini mengukuhkan keberhasilan atmosfer merdeka belajar kampus dalam melejitkan potensi literasi digital mahasiswa ke level tertinggi. Selain itu, kampanye zakat yang digelorakan melalui video tersebut secara substantif berkelindan erat dengan SDG Poin 1 mengenai Tanpa Kemiskinan (No Poverty) dan SDG Poin 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) melalui optimalisasi pilar filantropi Islam.

Kesuksesan Masayu Ramadhani dan Dita Aulia menembus jajaran TOP 10 terbaik BAZNAS RI tahun 2026 ini mempertegas eksistensi prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI sebagai lumbung lahirnya para pelopor literasi yang cerdas, aplikatif, dan berdaya saing global. Prestasi sastra visual yang indah ini merupakan seruan sekaligus pemantik semangat yang kuat bagi seluruh mahasiswa prodi IPAI lainnya untuk berani mengaktualisasikan diri, menguasai teknologi media, serta aktif menorehkan prestasi di berbagai sektor kompetisi nasional. Mari kita jadikan momentum emas ini sebagai pelecut energi untuk terus belajar, berinovasi, dan konsisten mengharumkan nama almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor kebaikan dan penggerak kemajuan yang membawa rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!