Mahasiswa IPAI UPI Berhasil Tembus Finalis Tasmi Idol dan Lantunkan Juz 22 di Masjid Al Lathiif

BANDUNG — Prestasi membanggakan di bidang hifzhil Qur’an kembali dipersembahkan oleh mahasiswi Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Aisya Istiqliana, mahasiswi aktif prodi IPAI angkatan 2023, sukses mengukir capaian mulia dengan terpilih sebagai Finalis Parade Tasmi’ 30 Juz (Juz 22) dalam ajang “Tasmi Idol” yang diselenggarakan secara resmi oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Lathiif Bandung pada Mei 2026. Keberhasilan Aisya menembus babak finalis ini mempertegas komitmen mahasiswa IPAI UPI yang tidak hanya unggul dalam penalaran ilmu kependidikan, melainkan juga memiliki keluhuran spiritualitas yang kuat sebagai penjaga kalam ilahi.

Kehadiran Aisya Istiqliana sebagai pemateri bacaan hafalan al-Qur’an secara makro tanpa teks (tasmi’) di hadapan publik dan dewan penguji ini mencerminkan asimilasi yang indah antara intelektualitas kampus dan kecintaan mendalam pada kitab suci. Di dalam tradisi Islam, menguji hafalan di depan khalayak umum merupakan instrumen penting untuk memelihara kemurnian al-Qur’an serta melatih akurasi hafalan (itqan). Keberhasilan melantunkan Juz 22 dengan lancar dan tartil yang indah membuktikan bahwa pembinaan karakter religius di lingkungan prodi IPAI UPI mampu mencetak representasi pendidik Muslim masa depan yang memiliki kesalehan pribadi, mentalitas juara, serta dedikasi syiar yang kuat di tengah masyarakat.

Jika ditinjau dari dimensi akademis dan teori psikologi pendidikan Islam, aktivitas melantunkan memori hafalan al-Qur’an berskala panjang secara terstruktur memiliki pengaruh linear terhadap optimalisasi fungsi kognitif. Berdasarkan hasil riset ilmiah kontemporer yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi Sinta 2, metode tasmi’ secara berkala terbukti efektif memperkuat daya konsentrasi, ketahanan retensi memori jangka panjang (long-term memory), serta mereduksi tingkat kecemasan akademik pada mahasiswa rumpun humaniora. Pengalaman berkompetisi di mimbar masjid legendaris seperti Al Lathiif Bandung menjadi oase laboratorium spiritual yang memperkukuh efikasi diri serta ketahanan mental mahasiswa kependidikan Islam di era modern.

Capaian spiritual yang diukir oleh Aisya Istiqliana ini juga menjadi manifestasi nyata dari sumbangsih Prodi IPAI UPI terhadap pemenuhan target global Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), capaian ini membuktikan keberhasilan institusi dalam memfasilitasi kurikulum pendidikan karakter yang inklusif, merdeka, dan seimbang antara kecerdasan emosional-spiritual dengan kompetensi formal sosiologis. Selain itu, kegiatan syiar Qur’ani di ruang publik ini berkelindan erat dengan SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui internalisasi nilai etika keagamaan yang damai.

Keberhasilan Aisya Istiqliana meraih predikat finalis dalam ajang Tasmi Idol Masjid Al Lathiif Bandung tahun 2026 ini menjadi bukti autentik bahwa prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI senantiasa menjadi rahim subur bagi lahirnya para hafiz dan hafizah yang unggul dan berdaya saing tinggi. Prestasi yang menyejukkan hati ini merupakan seruan sekaligus pemantik semangat yang kuat bagi seluruh mahasiswa prodi IPAI lainnya untuk tidak pernah ragu melangkah, mengasah potensi spiritual terkini, serta aktif mengukir karya di berbagai sektor kebaikan. Mari kita jadikan momentum berharga ini sebagai pelecut energi untuk terus belajar, menghafal, dan konsisten mengharumkan nama almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor kemajuan yang membawa cahaya Al-Qur’an demi kemaslahatan semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!