Investasi Halal dan Analisis Global: Rio Malik, Mahasiswa IPAI UPI Jadi Pemateri Utama IFTAR SYSA ’26

BANDUNG — Komunitas Syariah Saham (SYSA) bersiap menggelar agenda tahunan bernuansa edukatif dan spiritual bertajuk “IFTAR SYSA ’26”. Kegiatan yang mengusung jargon “Bertemu, Bertumbuh, Berkembang” ini memadukan konsep edukasi investasi, buka puasa bersama, serta silaturahmi antar-investor Muslim. Istimewanya, forum finansial syariah berskala nasional ini mendapuk Rio Malik, mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang juga berkiprah sebagai Tim Analis SYSA, untuk tampil sebagai pemateri utama. Acara edukasi, bukber, dan silaturahmi ini dijadwalkan berlangsung di Warung Kopi Kalamuda, Bandung, pada Sabtu, 7 Maret 2026 yang bertepatan dengan momen syahdu 17 Ramadan 1447 H.

Keterpilihan mahasiswa prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam sebagai pembicara tunggal dalam forum investasi ini membuktikan bahwa mahasiswa keagamaan memiliki kapasitas keilmuan yang aplikatif dan adaptif di sektor ekonomi modern. Di dalam perspektif Islam, mengelola dan menginvestasikan harta secara produktif melalui koridor yang halal merupakan bagian dari manifestasi ikhtiar menjaga aset umat (hifzhul maal). Melalui bimbingan langsung dari Rio Malik, para peserta akan diajak membedah instrumen investasi syariah yang bersih dari unsur riba dan spekulasi (gharar). Langkah kepeloporan mahasiswa IPAI di atas panggung publik ini menjadi jembatan edukasi yang mengawinkan keluhuran prinsip fikih muamalah dengan realitas analisis pasar modal kontemporer.

Secara teoretis, keterlibatan mahasiswa sebagai pendidik sebaya (peer educator) dalam bidang literasi keuangan memiliki dampak yang signifikan terhadap pemahaman serta adopsi perilaku keuangan yang sehat di masyarakat. Berdasarkan hasil studi ilmiah teoretis yang dirilis oleh jurnal nasional bereputasi Sinta 2, program edukasi literasi keuangan syariah yang disampaikan secara interaktif oleh kelompok akademisi muda terbukti lebih efektif meningkatkan inklusi keuangan dan kesadaran berinvestasi di kalangan generasi Z dan milenial. Melalui pendekatan klinis portofolio yang akan dibawakan oleh pemateri, forum ini memberikan kontribusi teoretis baru mengenai pentingnya integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam mempermudah analisis kepatuhan syariah sebuah aset digital.

Penyelenggaraan kegiatan “IFTAR SYSA ’26” yang digawangi oleh mahasiswa prodi IPAI UPI ini juga merefleksikan manifestasi nyata terhadap pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education), kampanye finansial ini menyediakan wadah pengayaan literasi ekonomi yang inklusif, bermutu, dan dapat diakses secara luas sepanjang hayat. Selain itu, materi tinjauan pasar yang komprehensif mendukung SDG Poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), melalui penyiapan kapasitas intelektual masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang strategis di tengah ketidakpastian geopolitik global pascaperang Timur Tengah.

Kiprah gemilang Rio Malik sebagai pemateri dalam ajang “IFTAR SYSA ’26” ini menegaskan keunggulan prodi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI dalam mencetak kader-kader pendidik keagamaan yang berwawasan luas dan responsif terhadap tantangan zaman. Keberhasilan mahasiswa IPAI tampil di garda terdepan literasi keuangan syariah ini diharapkan mampu menjadi pemantik inspirasi sekaligus pelecut motivasi bagi seluruh mahasiswa IPAI lainnya untuk berani mengaktualisasikan diri dan menguasai berbagai bidang keilmuan strategis. Mari kita jadikan momentum emas ini sebagai pemacu semangat untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan konsisten menebar kemaslahatan demi mengharumkan nama almamater tercinta. Pemuda IPAI adalah pelopor pendidikan dan penggerak ekonomi umat yang membawa rahmat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!