Penguatan Kompetensi Keguruan Mahasiswa PAI UPI melalui Program P3K di SMAN 1 Bandung

Mahasiswa Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia telah sukses melaksanakan Program Penguatan Profesional Keguruan (P3K) di SMA Negeri 1 Bandung, yang berlangsung mulai 20 Februari hingga 3 Juni 2025. Program ini menjadi bagian penting dari upaya UPI dalam menjembatani teori di bangku kuliah dengan praktik langsung di lingkungan sekolah. Tiga mahasiswa IPAI yang mengikuti program ini—Fauzan Huda Perdana, Ranti Ayu Sriwahyuni, dan Wayan Gastiadirrijal—dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Munawar Rahmat, M.Pd. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan dan Asep Tori, S.Ag., M.Pd.I. sebagai Guru Pamong dari pihak sekolah.

Kegiatan dimulai dengan pelepasan simbolis oleh pihak UPI pada 24 Februari 2025 yang disambut antusias oleh seluruh pihak di SMA Negeri 1 Bandung. Selama hampir empat bulan, mahasiswa menjalani rangkaian tugas yang mencerminkan peran guru secara menyeluruh. Mereka melakukan observasi pembelajaran, menyusun RPP dan modul ajar, serta mengajar secara langsung selama 16 kali pertemuan. Tidak hanya mengelola kelas, mereka juga aktif membina kegiatan religius seperti shalat dhuha berjamaah, membaca Al-Qur’an sebelum pembelajaran, serta menjadi pembina ekstrakurikuler Ikatan Remaja Masjid (IKARIS) yang diadakan setiap hari Rabu. Keikutsertaan mereka dalam program pesantren kilat selama Ramadan pun menambah dimensi spiritual dan emosional dari pengalaman mengajar yang mereka peroleh.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menunaikan kewajiban akademik, tetapi juga mengasah empati, keteladanan, dan keterampilan sosial di lingkungan pendidikan menengah. Evaluasi hasil belajar peserta didik juga menjadi bagian dari proses, termasuk penyusunan asesmen formatif dan sumatif yang membantu mereka memahami capaian peserta didik secara lebih utuh.
Program ini memberi dampak signifikan dalam pembentukan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik. Melalui pembelajaran langsung di sekolah, mereka dibentuk menjadi guru yang tidak hanya andal dalam aspek kognitif, tetapi juga sensitif terhadap kebutuhan siswa dan mampu menjadi teladan yang menginspirasi. Apresiasi tinggi disampaikan kepada seluruh civitas SMA Negeri 1 Bandung, terutama kepada Guru Pamong, Bapak Asep Tori, S.Ag., M.Pd.I., atas pembinaan dan arahan yang tak ternilai, serta kepada Prof. Dr. Munawar Rahmat, M.Pd., yang telah memberikan bimbingan akademik dengan penuh dedikasi.

Bagi ketiga mahasiswa peserta P3K, semoga pengalaman ini menjadi fondasi dalam menapaki jalan sebagai pendidik yang berintegritas. Menjadi guru adalah panggilan jiwa—maka teruslah belajar, berbenah, dan mengajar dengan hati. Jadikan setiap langkah di sekolah sebagai catatan amal, dan setiap pertemuan dengan siswa sebagai ladang inspirasi.