MENGENTASKAN KEAKSARAAN AL-QURAN DI SD BERSAMA KKG PAI SUKASARI

Al-Quran adalah wahyu ilahi yang diturunkan kepada manusia pilihan yakni Nabi Muhammad saw, sebagai pedoman bagi seluruh manusia tanpa kecuali. Mendengarkannya mendapatkan pahala apalagi ketika kita membacanya. Al-Quran memliki kaedah dan aturan tentang tatacara membacanya, yakni ilmu tajwid dan pembelajaran tahsin al-Quran.

Dikalangan mahasiswa masih ditemukan banyak kasus rendahnya kemampuan mahasiswa dalam membaca al-Quran secara baik dan benar, sesuai dengan ilmu tajwid dan tahsin al-Quran. Apabila kita runut, masalah tersebut bermula dari jenjang persekolahan, karena pembelajaran baca al-Quran sudah diberikan pada mata pelajaran PAI, bahkan ada kegiatan khusus yakni Baca dan Tulis Quran (BTQ). Persoalan ini bukan mutlak tanggung jawab guru PAI saja, tapi juga peran orang tua dalam keluarga, serta lingkungan tempat tinggal. Guru PAI memiliki tugas untuk mengentaskan keaksaraan al-Quran di sekolah, terutama di Sekolah Dasar.

Untuk membantu dan mengoptimalkan potensi guru dalam mengajarkan baca al-Quran untuk anak di Sekolah Dasar, Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kecamatan Sukasari, mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Implementasi Program Pintar Baca Quran (PPBQ) Untuk Mengentaskan Keaksaan Al-Quran Di Sekolah Bagi Guru Pendidikan Agama Islam di SD”. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari yakni hari sabtu-senin, tanggal 28-30 September bertempat di SDN 196 Sukarasa, Kecamata Sukasari Kota Bandung, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pengawas PAI (kanan) tengah memberikan sambutan, bersama Dr. Udin Supriadi, M.Pd. (tengah) dan Dr. Wildan Yahya, M.Pd. (kiri) pada kegiatan PkM dengan tema “Implementasi Program Pintar Baca Quran (PPBQ) Untuk Mengentaskan Keaksaan Al-Quran Di Sekolah Bagi Guru Pendidikan Agama Islam di SD”

Dalam sambutannya, Dr. Udin Supriadi, M.Pd. selaku ketua pengabdian sekaligus ketua program studi IPAI FPIPS UPI, menyampaikan bahwa para Guru PAI SD memiliki tugas yang mulia dan amat besar untuk mampu mengentaskan keaksaraan al-Quran di tingkat awal. Beliaupun menyampiakan bahwa para guru harus memiliki metode dan pendekatan pembelajaran baca al-Quran yang efektif dan tepat, disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa, sehingga permasalahan baca al-Quran ini bisa terselesaikan pada tingkat SD. Hadir juga pada kegiatan tersebut, pengawas PAI sekolah Kecamatan Sukasari yakni H. Saeful Mufid, S.Pd.I., M.M.Pd, beliau sangat mengapresiasi kegiatan PkM dalam mengentaskan keaksaraan al-Quran dan mengharapkan untuk terus dilaksanakan di KKG wilayah kecamatan dan disetiap jenjang lainnya di Kota Bandung.

Peserta PkM dibatasi sebanyak 46 orang guru dari beberapa sekolah yang tergabung dalam KKG PAI Kecamatan Sukasari. Peseta diberikan Modul dan perlengkapan kesehatan berupa faceshiled, masker dan hand sanitizer sebelum memasuki tempat acara, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Selama tiga hari, para guru mendapatkan materi dan pelatihan terkait Relitas keaksaran al-Quran, Maping tes dan prakteknya oleh Dr. Udin Supriadi, M.Pd., Manajement Program Pintar Baca Quran (PPBQ) oleh Dr. Munawar Rahmat, M.Pd., dan Metodologi pembelajaran al-Quran “Bil Hikmah oleh Dr. Wildan Yahya, M.Pd. Kegiatan tersebut ditutup dengan melakukan praktek Maping Tes kepada salah satu siswa oleh peserta. Abu Mafilal
×

Powered by WhatsApp Chat

× Contact Us